Kendaraan Pelat Merah Dilarang Menggunakan BBM Bersubsidi

Jakarta (Pinmas)—Untuk menjaga kuota bahan bakar minyak (BBM) 40 juta kiloliter pada 2012 ini, pemerintah menempuh lima langkah. Antara lain, melarang kendaraan pelat merah menggunakan BBMbersubsidi. Juga diberlakukan kuota BBM bagi setiap daerah. Menteri ESDM Jero Wacik menyampaikan hal ini dalam keterangan persnya seusai rapat terbatas kabinet membahas energi, di Kantor Presiden, Kamis (3/5) sore.

Kendaraan pelat merah ini meliputi kendaraan dinas pemerintah, BUMN, dan BUMD. “Nanti akan dikeluarkan Peraturan Menteri ESDM, sudah disetujui oleh Presiden, yang melarang kendaraan dinas pemerintah menggunakan premium bersubsidi. Nanti akan ada tahapannya,” kata Menteri ESDM.

Untuk mengontrol pelaksanaan larangan mobil pelat merah menggunakan BBM bersubsidi, lanjut Jero Wacik, kendaraan dinas yang menggunakan pelat hitam akan diberikan stiker sebagai penanda tidak boleh menggunakan premium bersubsidi.

Kedua, penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan juga akan dibatasi. “Tidak boleh menggunakan solar yang bersubsidi karena sudah disediakan oleh Pertamina solar untuk pertambangan dan perkebunan. Untuk yang ini pemerintah daerah juga harus ikut mengawasi,” Jero Wacik menjelaskan.

Pemerintah daerah, Jero menambahkan, sudah melakukan kesepakatan dengan Badan Pengelola (BP) Migas mengenai kuota masing-masing provinsi.

Yang ketiga, menjalankan konversi dan diversifikasi dari BBM ke bahan bakar gas (BBG). “Ini sudah jalan, kami akan mulai tambah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Kita akan menambah gasnya, converter chip-nya juga sedang kita siapkan,” Menteri ESDM menambahkan.

Dalam rangka penghematan BBM pula, pemerintah akan melarang PLN untuk membangun pembangkit listik baru yang berbasiskan BBM. “Semua harus pindah ke batubara, gas, geothermal, atau air. Jadi energi baru dan terbarukan, sehingga kita bisa menghemat BBM,” Jero Wacik menegaskan.

Terakhir, adalah penghematan listrik di gedung-gedung pemerintah. Inspektorat Jenderal masing-masing akan mengawasi penggunaan listrik tersebut.

Mengenai kendaraan pribadi dengan cc tertentu yang tidak menggunakan BBM bersubsidi, KementerianESDM sudah melakukan ujicoba secara sporadis. Misalnya, tidak memasok BBM jenis premium di SPBUtertentu. “Ini cara kita dan praktis. Peraturan pembatasan BBM dengan menggunakan cc atau tahun tertentu ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujar Menteri ESDM.(sby.info)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s