Abdul Karim: Anggaran kecil bukan berarti tidak berbuat apa-apa

Banten–bimasislam; “Anggaran Ditjen Bimas Islam kalau dibandingkan dengan unit eselon I lainnya, secara prosentase memang dibilang kecil,  namun, meskipun kecil bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa.” Pernyataan itu disampaikan oleh Abdul Karim, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, ketika memberikan arahan pada pembukaan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Urais dan Binsyar, di Hotel Le Dian, Serang Banten (3/5/12). Lebih lanjut, Karim mengatakan, “Permasalahan yang dihadapi Ditjen Bimas Islam sangat banyak dan kompleks, dari mulai lahir sampai meninggal, bahkan, lanjut Karim, “Inti dari Kementerian Agama itu di Bimas Islam, sehingga semestinya harus diimbangi dengan anggaran yang memadai.” Papar Karim.

Terkait dengan rakor ini, Karim, yang hadir mewakili Dirjen Bimas Islam, mengingatkan, “Diharapkan Rakor Urais dan Binsyar ini dapat memperkuat, mempertajam dan merumuskan program-program pembinaan syari’ah, karena jika dicermati problematika pembinaan syari’ah di Indonesia semakin banyak dan nyaris tak terbendung, maraknya aliran sempalan misalnya atau radikalisasi agama dan kasus-kasus lain seringkali menghantui masyarakat, dan ironisnya Kemenag dianggap tidak berbuat apa-apa.” Tegas Karim.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Syamsul Ma’arif, “Pola pembinaan dan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh agama baik fungsional maupun honorer jauh tertinggal dengan pola yang dilakukan oleh gerakan Islam radikal, sehingga usulnya agar penyuluh agama melek teknologi dan berbasis multi media.” Kata Kepala Bidang Urais Provinsi NTT

Menanggapi usulan ini, Karim, menyambut baik dan akan mengusulkan untuk penyuluh agama yang telah memiliki majlis taklim diberi fasilitas yang berbasis multi media.

Sementara itu, Ahmad Jauhari, narasumber pada kegiatan tersebut, mengatakan, “Kita sebagai pejabat di Kementerian Agama,pada setiap penyusunan program, harus mampu menumbuhkan potensi iman dan menghilangkan potensi munafik dari diri kita, agar program-program dimaksud sesuai dengan visi dan misi kekhalifan manusia di muka bumi ini.” Papar Direktur Urais dan Binsyar ini. “Saat ini, lanjut Jauhari,”Bangsa Indonesia haus akan tuntunan Agama, sementara Kementerian Agama belum dapat memenuhi tuntunan tersebut.” Ujar Jauhari. “Untuk itu diharapkan Rakor ini, menghasilkan program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.” Harap mantan Direktur Penais ini.

Rakor ini, diikuti oleh Kepala Bidang Urais seluruh indonesia. Saat berita ini diturunkan sedang diadakan rapat oleh komisi-komisi, yang membahas evaluasi program 2012 dan perencanaan program kerja 2013 bidang Urais Pusat dan daerah.Juga akan membahas isu aktual dan problematika Urais dan Binsyar yang berkembang dimasyarakat untuk disinkronkan dan dicarikan solusi pemecahannya. (JML)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s