Wamenag: Olah Batin Penting Bagi Anak Didik

Banda Aceh(Pinmas)—Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar mengatakan, olah batin menduduki peranan penting dalam dunia pendidikan, utamanya bagi anak didik, sebagai bagian dalam upaya menciptakan manusia berakhlak mulia.

Olah batin yang dimaksud bukan terkait dengan kelenik, tetapi membawa anak didik memahami dirinya harus memiliki hati bersih ketika menerima pelajaran dan keteladanan yang diperlihatkan para gurunya baik di dalam kelas maupun lingkungan setempat, katanya di Aceh, Sabtu (5/5).

Wamenag berbicara hal itu ketika tampil sebagai pembicara pada Harlah Nasional Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) ke-84 di Dayah Darul Ihsan Tgk. H. Hasan Krueng Kalee, Siem, Darussalam, Aceh Besar. Hadir ketua DPP Perti Tgk. H. Faisal Amin, Syeh Abu Muaz dari Mesir, Syeh Prof. Wahbah Zuhaili dari Syiria dan Kakanwil Kemenag Prov. Aceh H. Ibnu Sa’dan.

Nasaruddin Umar mengatakan, pendidikan sekarang diakui sudah diotonomikan. Itu juga membawa dampak tersendiri. Tetapi yang jelas di sisi lain pendidikan dewasa ini sudah mengabaikan aspek olah batin. Suasana batin antara guru dan murid terlihat jauh dan sang murid ditempa dengan pendekatan logika semata.

Guru memberi pelajaran atau materi ajar kepada anak didik seperti mengejar target. Guru tak ambil peduli reaksi yang terjadi di lingkungan sekitar bahwa batin para muridnya kosong, kering dan materi pelajaran yang diterima tak membuahkan hasil maksimal, katanya.

Guru sepanjang hidupnya mewakafkan waktu dan tenaganya kepada para murid. Untuk lebih maksimal, pengajar bukan hanya menjadi teladan dalam perbuatan sehari-hari, tetapi mengisi kekosongan batin murid.

Bagaimana itu dilakukan. Menurut Wamenag, para guru atau ustadz diharapkan memberi pembelajaran menata hati, selain dengan contoh juga mengajak murid atau santri sholat malam. Pembelajaran lebih banyak difokuskan pada malam hari, karena rahmat Allah amat besar saat itu.

Dicontohkan, jika seseorang menulis surat (cinta) di malam hari akan lebih bermakna jika dibanding dilakukan siang hari. Surat yang dibuat untuk orang tercinta di siang hari dan kemudian dibaca malam hari akan terasa kehilangan ruh. Pernyataan Wamenag itu langsung disambut tawa hadirin yang kemudian dibalas bahwa yang tertawa itu pasti sudah berpengalaman.

Pendidikan tanpa penanaman nilai dan ahlak mulia yang merasuk ke dalam batin anak didik akan menghasilkan sumber daya manusia yang lemah. Sebab, katanya, jika yang bersangkutan menjadi pejabat bakal uang negara dikurasnya.

Hal ini harus dihindari. Dan Wamenag pun menyatakan gembira bahwa di Aceh ke depan akan lebih banyak lagi dibangun madrsah unggulan sebagai jawaban menghadapi degradasi moral bagi anak bangsa di wilayah perkotaan.

Dewasa ini guru sudah tak lagi dihormati. Guru pun mengajar sekedarnya, mengejar target tanpa memperhatikan rohani murid yang kering. Jangan heran, karena itu, ada guru di sekolah favorit ikut di Jakarta menjual narkoba untuk menambah penghasilan meski gajinya sudah besar. Massa-Allah, katanya.(ant/ess)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s