Wamenag: Figur Muda Berkapasitas Perlu Dioptimalkan

Banda Aceh(Pinmas)—Wakil Menteri Agama (Wamenag) Prof. Nasaruddin Umar MA menegaskan, seluruh komponen dan badan otonom yang ada dalam satuan gerbong Nahdlatul Ulama (NU) harus bergerak dan figur muda yang memiliki kapasitas manajerial perlu dioptimalkan.

Struktur NU perlu disempurnakan dengan menempatkan figur muda berkemampuan manajerial, tegas Nasaruddin Umar ketika bertandang ke kantor Sekretarian NU Aceh, Ahad.

Pada pertemuan silaturahim itu Wamenag didampingi Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Drs. H. Ibnu Sa’dan MPd. Hadir para tokoh dan sesepuh NU setempat. Sebelumnya Ketua DPW NU Aceh Tgk H. Faisal Ali menjelaskan kondisi organisasi kemasyarakatan tertua itu yang sampai saat ini belum memiliki kantor sekretariat permanen.

Organisasi ini memang perlu adanya tokoh, tetapi juga perlu pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial. Selama ini NU dikesankan dengan ketokohan “darah biru”, punya garis keturunan dengan tokoh tertentu, punya pondok pesantren dan beristeri lebih dari satu.

Hal itu bisa saja dipertahankan dan memang masih diperlukan, tetapi juga NU butuh “darah baru”, generasi muda berkemampuan, katanya penuh semangat .

Tetapi ia mengaku sedih, karena tokoh yang memiliki kemampuan manajerial belum dimanfaatkan secara baik dan optimal. Manajemen NU tak bisa jalan karena kemampuan manajerialnya lemah. Jika saja antara tokoh yang bersangkutan didukung orang-orang berkemampuan menejerial baik, tentu gerbong NU bisa bergerak cepat.

Jangan salahkan jika kepengurusan masjid tiba-tiba jatuh ke tangan Ormas Islam lain. Jangan tangisi bila ada NU tiba-tiba ada di barisan belakang, katanya.

Badan otonom NU harus lebih cepat geraknya. Jangan mengira ada pengurus NU nampak sibuk lantas dinilai dia orang hebat. Menjadi orang hebat tak perlu terlihat sibuk sendiri, tetapi bagaimana menggerakkan organisasi dengan dukungan manajerial yang baik. “NU Aceh tak boleh terjebak dalam nostalgia, tapi dapat berbuat di dalam kenyataan,” ia menegaskan.

Ia pun mengajak agar para pengurus NU Aceh tetap mempertahankan kultur yang dipegang selama ini. Misalnya membaca qunut tatkala sholat Subuh, sering membaca kitab kuning, beretika dan menghomati guru atau pemimpin dan para kiai. Sekarang ini ada kecenderungan anak muda mencium tangan orang tua atau kiai ditinggalkan.

Memaki seorang kiai dilakukan dengan enteng. Demonstrasi membawa atribut NU dan melakukan perusakan. “Jangan gunakan atribut NU, dengan sembilan bintang itu, saat demo,” pinta Wamenag Nasaruddin Umar.

Jika keadaan seperti itu terus berlangsung, ia khawatir masjid NU pun di berbagai tempat bakalan dikuasai ormas lain. “Bisa sakit kita,” katanya yang disambut tawa hadirin.

Ia mengakui sampai saat ini masih konsisten menghormati pendiri dan para tokoh NU. Tidak jarang ketika berkunjung ke berbagai tempat melakukan ziarah kubur. Meski disebut-sebut ziarah kubur sebagai bid’ah, kadang ketika mengunjungi Ponpes ia menyempatkan diri ziarah ke tokoh pendiri Ponpes bersangkutan.

Bagi Wamenag, ziarah kubur ke tokoh leluhur sebagai ungkapan menghormati ahli waris Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Tidak minta kepada kuburan, tetapi setidaknya sambil bertafakur bisa bercermin dan memetik energi, semangat dari keteladanan para luluhur.

“Alam ruh itu tidak mati. Jika ada yang mengatakan bid’ah, itu urusan saya dengan Tuhan,” katanya dan disambut gelak tawa para hadirin.

Terkait dengan Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh yang baru, Ibnu Sa’dan, sebagai kader NU diharapkan dapat memperjuangkan sejengkal tanah untuk sekretariat tetap NU. “Tapi, tentu sejengak tak mungkin rasanya dapat didirikan di atasnya sebagai kantor,” ia mengatakan dan disambut tepuk tangan hadirin.

Tegurlah Kakanwil Kemenag Aceh yang baru jika Ibnu melakukan kesalahan. Sebab, kesalahan yang diperbuatnya bisa mempresentasikan kesalahan pada NU setempat. Dan, perkuat silaturahim sambil mendukung seluruh tugasnya agar keberkahan menyertainya, pinta Nasaruddin Umar.(ant/ess)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s