Majalah Penghulu; Media Komunikasi Bagi Para Penghulu

Jakarta, Bimas Islam — Sejak lama para penghulu mendambakan ada sebuah media yang dapat menyampaikan ide, pemikiran, bahkan kritikan yang konstruktif untuk meningkatkan profesinalime para penghulu dalam menjalankan amanat negara. Penghulu memainkan peran penting dalam kancah kehidupan umat Islam di Indonesia. Di samping tugas yang di emban sebagai seorang yang mengesahkan perkawinan, di mana kehadiran penghulu sangat di nanti dalam prosesi akad nikah yang suci dan sakral. penghulu juga mendapat tugas lain yang terkait dengan masalah-masalah keagamaan, seperti masalah perzakatan, perwakafan, perhajian dan lain sebagainya. Penghulu yang ditugaskan di KUA Kecamatan se-Indonesia merupakan pejabat garda terdepan, ujung tombak peran kementerian agama. Baiknya citra penghulu, baik pula citra kementerian agama. Sebaliknya, buruknya citra penghulu, buruk pula citra kementerian Agama. Masih teringat oleh kita, bahwa hasil survey Integritas yang dilakukan oleh KPK Tahun 2011 menempatkan kementerian Agama pada peringkat 1 Integritaas Terburuk dengan indeks 5,37 pada layanan Adminstrasi Pernikahan di KUA.

Mengingat peran dan tugas penghulu yang begitu berat, dibutuhkan upaya untuk peningkatan kinerja penghulu. “Melalui majalah Penghulu ini, kita jadikan sebagai media komunikasi bagi para penghulu, sekaligus menjawab hal-hal yang perlu diluruskan tentang kinerja penghulu, agar publik mendapatkan informasi yang akurat mengenai kinerja penghulu, ujar Drs H. Anwar Sa’adi MA,  Kasubdit Kepenghuluan Kementerian Agama, saat di wawancarai pada Rakor bidang Urais se-Indonesia di Banten, beberapa hari yang lalu.

“Di samping sebagai corong media antar penghulu, majalah ini pun membahas masalah-masalah kekinian terkait dengan hukum perkawinan dan keluarga. Kita ketahui bersama zaman sudah berubah, semuanya serba global, kemajuan teknologi tidak dapat dibendung, seiring dengan hal tersebut otomatis hukum seputar perkawinan pun mengalami hal-hal baru yang tidak kita temui pada masa lalu, dan ini membutuhkan pemikiran dan  kajian yang mendalam.” Tegas pria peraih KUA Teladan TK Nasional ini.

Lebih lanjut Anwar menjelaskan, “Majalah penghulu memang baru seumur jagung, banyak hal yang harus dibenahi, perlu bantuan ide dan dukungan dari berbagai pihak, utamanya para penghulu agar mau mengeksplorasikan ide-ide, gagasan bahkan kritikan yang konstruktif untuk kemajuan peningkatan kinerja penghulu. Saya yakin, penghulu yang jumlahnya  5429 orang  se indonesia, tidak sedikit yang memilki kemampuan menulis, menganalisis, dan merumuskan ide-ide untuk pengambilan kebijakan di kementerian Agama Pusat. Inti utamanya adalah sebagai media komunikasi antara para pejabat penghulu secara Nasional dengan Kementerian Agama Pusat sebagai bahan masukan pengambilan kebijakan.” Papar Anwar.

Majalah penghulu, sudah dilaunching pada akhir tahun lalu, tepatnya ketika saat rakor Bidang Urais se-Indonesia di Hotel Maharani, Jakarta. Pada Edisi perdana tersebut, ditampilkan sosok Bapak Wakil Menteri Agama sebagai inspirasi untuk menggugah semangat para penghulu untuk menulis.

Dalam waktu dekat ini sedang disiapkan edisi kedua dari majalah tersebut, dengan mengangkat tema sentral tentang assessment penghulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s