Politisi Zimbabwe Larang Wanita Mandi

REPUBLIKA.CO.ID, ZIMBABWE — Seorang politisi di Zimbabwe berpendapat, penyebaran HIV dapat dihentikan jika perempuan mencukur habis rambut kepala dan berhenti mandi. Sebab, cara itu bakal membuat pria tak lagi tertarik kepada wanita, sehingga seks bebas yang menjadi penyebab utama penyebaran virus HIV dapat ditekan.

Morgan Femai mengklaim, langkah ini akan membantu menyelamatkan para pria. Sebab, cara itu membuat wanita tak lagi menarik di mata pria. Apalagi bila ditambah para kaum Hawa tak berpakaian rapi.

Bahkan, senator tersebut dilaporkan meminta pemerintah segera mengeluarkan undang-undang terkait masalah ini. Dalam UU tersebut, akan berisi aturan yang memaksa perempuan untuk membuat diri mereka kurang menarik. Sehingga, tak ada pria yang tertarik melakukan hubungan seks dengan banyak wanita.

Femai menyampaikan idenya tersebut saat menjadi perbicara dalam lokakarya mengenai kesadaran AIDS di Zimbabwe. “Yang saya usulkan adalah, pemerintah harus membuat undang-undang yang mengharuskan perempuan memiliki kepala plontos seperti yang dilakukan sekte Apostolik,” ujar Femai.

Dengan begitu, Femai menilai, kaum pria tak akan lagi tertarik dengan banyak wanita. Selain itu, ia juga meminta perempuan-perempuan juga seharusnya tidak mandi. Sebab menurut Femai, mandi merupakan salah satu cara membuat wanita menjadi lebih menarik bagi lawan jenis, yang berdampak pada masalah HIV.

Seperti diketahui, benua Afrika menjadi salah satu daerah dengan penyebaran virus HIV/AIDS tercepat di dunia. Dan Zimbabwe adalah salah satu negara dengan penyebaran virus HIV tercepat di benua hitam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s