Menag Dorong Guru Tua Jadi Pahlawan Nasional

Palu (Pinmas)—Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan dirinya akan ikut mendorong agar pemerintah RI menobatkan pendiri Alkhairaat Habib Syaied Idrus bin Salim Aljufri atau “Guru Tua” mendapat gelar pahlawan nasional.

“Mungkin dewan gelar pahlawan belum selesai kajiannya karena banyak yang harus dikerjakan. Saya juga akan mendorong agar guru sepuh ini (Guru Tua) bisa menyandang gelar pahlawan nasional,” kata Suryadharma Ali, setelah bertemu dengan Ketua Utama Alkhairaat Habib Syaied Saggaf Aljufri di Palu, Jumat sore.

Kunjungan Menteri Agam bersama rombongan tersebut diterima langsung oleh Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf dan Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat Habib Syaied Ali Muhammad. Keduanya adalah cucu dari pendiri Alkhairaat, Habib Idrus.

Juga ikut hadir dalam pertemuan Suryadharma Ali dan Habib Saggaf adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Alkhairaat Djamaluddin Mariajang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah Mochsen Alidrus, Sekretaris Daerah Provinsi Amdjad Lawasa, Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Tengah Asgar Djuhaepa dan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Datokarama Palu Zainal Abidin.

Suryadharma hadir di Palu untuk menghadiri hari ulang tahun (Haul) peringatan wafatnya Habib Idrus Aljufri ke-44, Sabtu (1/9) bertepatan dengan 12 Syawal 1433 Hijriah.

Suryadharma Ali mengatakan dirinya menghadiri Haul tersebut sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada guru spritual Islam yang sudah bekerja keras membebaskan masyarakat Sulawesi Tengah dari keterbelakangan pendidikan dan pengetahuan agama pada zamannya.

Dia mengatakan, Habib Idrus adalah tokoh Islam besar dan berpengaruh khususnya di kawasan Indonesia bagian timur.
Suryadharma Ali mengatakan, Habib Idrus patut dihormati karena hingga kini peninggalan ulama dari Kota Taris, Hadramaut, Yaman Selatan itu masih terus eksis dan mencetak generasi muda yang berpendidikan agama.

Sejak berdiri tahun 1930, saat ini Alkhairaat telah menaungi sekitar 1.700 madrasah, 43 pondok pesantren dan satu perguruan tinggi. Lembaga pendidikan tersebut masih eksis beroperasi yang tersebar di 12 Provinsi dan 84 kabupaten/kota. Selain itu Alkhairaat juga memiliki rumah sakit yang dikelola secara mandiri.

Saat ini ratusan ribu guru telah tersebar di pelosok-pelosok kampung untuk mengabdikan diri mereka mengembangkan Alkhairaat. (ant)

http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=102367

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s