Kemenag Optimalkan Layanan Publik Melalui Website

Palembang (Pinmas)—Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama Zubaidi menyatakan, Kementerian Agama (Kemenag) kini tengah mengoptimalkan layanan publik melalui jaringan website guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Pelayanan publik dengan basis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) sudah menjadi kebutuhan mutlak guna menghindari praktik KKN, kata Zubaidi di hadapan para peserta workshop Media Informasi Elektronik di Palembang, Sumsel,Selasa (4/9) malam.

Hadir pada acara tersebut Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan Najib Haitami, Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi H. Ahmad Gufron dan 50 orang peserta. Peserta sebanyak itu berasal dai para pengelola web di perguruan agama Islam setempat, para Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kota/Kabupaten se-Sumsel.

Bicara dunia maya atau internet memang beda ketika bicara soal dunia kekinian dan akhirat, kata Zubaidi yang disambut tawa hadirin. Bagi orang tua usia 50 tahun ke atas tak terlalu familier dengan telepon genggam (HP). Untuk komunikasi, orang lanjut usia biasanya hanya menerima dan menekan tombol angka/huruf sebatas yang dibutuhkan dan diketahui.

Dewasa ini dunia maya sudah lebih familiar dengan generasi muda. Lebih dari 50 juta orang Indonesia merupakan pengguna internet, dan jumlah itu terus bertambah. Bukan hanya telepon genggam dengan segala fitur dapat dimanfaatkan, media sosial pun jauh lebih cepat dimanfaatkan. Karena itu, pemanfaatan website berbasis TIK menjadi kebutuhan mutlak guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, katanya.

Salah satunya untuk mendukung LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) untuk pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Dengan dukungan LPSE diharapkan layanan jasa dan barang jauh dari praktikKKN. Dengan sistem itu, panitia lelang tak bertemu rekanan secara fisik, tapi bertemu melalui di alam maya.

“Tak ada saling kedip, bermain mata,” katanya.

Ia memberi contoh, jika orang keluar Anjungan Tunai Mandiri atau dalam bahasa Inggris: Automated Teller Machine) tak perlu menghitung ulang uang yang diterima. Sebab, kalau pun kurang, mana mungkin bisa mengambil tambahan karena sistemnya sudah demikian. Begitu juga dengan LPSE, tak ada permainan mata.

“Jadi, kini Kemenag sudah membangun sistemnya. Jika ada yang masih berniat, lewat piktor (pikiran kotor, red), dapat dicegah,” katanya.

Untuk itu ia berharap, ke depan, penangan media online di jajaran Kemenag dapat dioptimalkan. Pelayanan publik seperti haji, kerukunan agama dan lainnya kini memerlukan perhatian.

Sebelumnya H. Ahmad Gufron mengatakan, Sumsel ditunjuk sebagai tuan rumah workshop tersebut dilatarbelakangi keberhasilannya sebagai pengelola web terbaik di kementerian tersebut.

Namun hal itu memang masih perlu didorong lagi guna meningkatkan kualitasnya. Dari sisi kuantitas sudah memadai. Namun yang jelas, ke depan pelayanan publik melalui website dapat bergairah dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Website harus dikelola secara profesional seiring perkembangan zaman. Diharapkan ada umpan balik melalui kegiatan workshops ini, katanya.(ant/ess) foto: Kanwil Kemenag Sumsel

http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=102646

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s