Rumah dan Orangtua adalah Pilar Utama Pendidikan Keluarga

Hidayatullah.com

Agar anak-anak kita cinta terhadap al-Quran, para orangtua sebaiknya memulai memperkenalkan al-Quran dari rumah. Pernyataan ini disampaikan Wirianingsih, ibunda dari 10 bersaudara yang dikenal hapal al-Qur’an. Wirianingsih, yang tak lain adalah istri anggota DPR RI, Mutammimul ‘Ula, membagi-bagikan pengalamannya selama di Johor, setelah mengisi acara seminar di Kuala Lumpur dan Singapura.

Acara berbagi pengalaman ini diselenggarakan oleh Bidang Perempuan PIP PKS dengan tema,“Mencetak Generasi Qur’ani dengan Cinta” di Pejabat IKRAM Taman Universiti, Johor, Malaysia.

Dalam uraiannya,  ustadzah Wirianingsih, menyampaikan pengalamannya mendidik 10 buah hatinya dalam berinteraksi dengan Al Qur’an. Beliau membaginya dalam beberapa point yang harus diperhatikan secara khusus oleh orangtua. Menurutnya ada empat kunci yang bisa dijadikan pegagangan.

Pertama, mulai dari orangtua. Menurutnya, membentuk anak dimulai dari orangtua. Pilar utama dalam keluarga adalah ayah dan ibu. “Orangtua harus memiliki visi dan misi yang jelas dalam membangun keluarganya. Orangtua pun dituntut memiliki cita-cita berkeluarga, hal ini mengharuskan orangtua tahu pasti tentang Islam.”

Dalam poin ini Ustadzah Wiwi mengatakan bahwa orangtua harus memahami apa itu al Qur’an, keutamaannya dan mengetahui kewajiban manusia kepada Al Qur’an. Orangtua juga harus gemar dan akrab berinteraksi dengan Al Qur’an. Selain itu juga, punya visi dan misi qur’ani dalam mendidik anak-anak dan keluarganya. Terakhir, bersungguh-sungguh dan bekerjasama secara sinergis.

Kedua, mulai dari rumah. Ia mengajak para orangtua untuk senantiasa membangun nuansa rumah yang “akrab” dengan al Qur’an. Caranya yaitu, dengan memutar kaset/CD murottal al qur’an setiap hari, memasang gambar-gambar kaligrafi ayat-ayat al Qur’an dan menciptakan suasana rumah yang Islami.

Menjadwal kegiatan harian dengan berinteraksi intensif dengan Al Qur’an dari bangun tidur sampai menjelang tidur. Misalnya saja mencari waktu-waktu terbaik. Pagi adalah waktu terbaik untuk berinteraksi bersama Al Qur’an saat sebelum subuh. Kumpulkan semua anggota keluarga untuk senantiasa berinteraksi dengan Al Qur’an sampai berakhir ba’da subuh. Akhiri kegiatan ini dengan doa sebelum melakukan aktifitas lainnya.

“Begitu juga saat maghrib sampai Isya. Lakukan hal yang sama dalam masa itu dan akhiri kegiatan tersebut dengan doa sebelum melakukan aktifitas lainnya menjelang tidur malam.
Untuk melawan kebosanan dan kemalasan, ciptakan kegiatan yang variatif, dinamis dan fresh. Berikan reward pada usaha anak meskipun sedikit.”

Ketiga, mulai dari sekolah. Orangtua wajib memilihkan sekolah terbaik untuk anak-anaknya. Lakukan dialog dengan anak, sebelum memutuskan menyekolahkan anak. Pilih sekolah yang mendukung kegiatan berinteraksi dengan Al Qur’an di rumah. Bangun komunikasi dengan guru dan sekolah. Hal ini penting agar orangtua, guru dan sekolah bisa bekerjasama secara sinergis dalam keberhasilan belajar anak.

Terakhir adalah fasilitasi kebutuhan anak, arahkan keinginannya, bentuk jiwanya sebelum habis masanya.

Ustadzah Wiwi mewanti-wanti bahwa masa pertumbuhan otak yang maksimal adalah pada usia 0 – 12 tahun. Pada usia itu otak sedang ada di masa puncaknya. Apapun yang dipelajari anak akan cepat diserap otaknya dengan baik. Maka dari itu ada pepatah yang mengatakan bahwa, belajar pada usia muda bagaikan menulis di atas batu. Karena pada masa ini anak-anak mudah belajar dan tak gampang lupa.

Keempat, mulai dari teman-temannya. Orangtua harus bisa mengontrol “peer group”nya dengan siapa. Pergaulan pun akan mempengaruhi keberhasilan anak dalam belajar.
Demikian sekelumit materi yang disampaikan oleh ustadzah Wiwi dalam mendidik buah hatinya sehingga mereka menjadi bintang Al Qur’an.

Beliau menutup pembahasannya dengan menayangkan seorang bayi dan dibawahnya tertulis, “Mulai dari sini. Jadikan setiap detiknya berarti untuk masa depannya yang penuh arti”.
Acara yang dimulai pukul 10.30 – 13.00 ini dihadiri oleh 56 peserta dari beberapa kalangan. Hadir dalam acara ini para ibu darmawanita KJRI, ibu-ibu dosen UTM, mahasiswa UTM dan Tenaga Kerja Indonesia yang kebetulan cuti pada hari itu.

Teristimewa, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Wanita IKRAM. Seperti kita ketahui bahwa belum lama ini, pada bulan April 2012, Bidang Perempuan DPP PKS menerima tamu delegasi dari Wanita IKRAM Malaysia dan Yayasan Assalam Thailand. Kesamaan visi dan misi Bidang Perempuan PKS dalam mengangkat ketahanan keluarga yang berlandaskan syariah menjadi salah satu tema dalam studi banding mereka ke Jakarta.

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan penyerahanan kenang-kenangan kepada ustadzah Wiwi yang disampaikan oleh Ketua Bidang Perempuan PIP PKS Johor dan perwakilan Wanita IKRAM Johor.*

Rep: Panji Islam

http://www.hidayatullah.com/read/25634/29/10/2012/rumah-dan-orangtua-adalah-pilar-utama-pendidikan-keluarga.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s