Tujuh Golongan Yang Dilindungi

Oleh : Al Yusni

Sebagai muslim yang baik, kita tidak hanya percaya akan adanya kehidupan akhirat, sebagai konsekuensinya, kitapun harus mempersiapkan diri dalam kehidupan di dunia ini agar mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan di akhirat nanti, salah satunya adalah untuk memperoleh perlindungan dari Allah swt yang pada saat itu hanya perlindungan-Nya yang harus kita dapatkan.

Namun, Allah swt ternyata tidak memberikan perlindungan kepada setiap orang, hanya orang-orang tertentu yang akan dilindungi-Nya. Dalam suatu hadits, Rasulullah saw mengemukakan orang-orang yang akan mendapatkan perlindungan-Nya:

 

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَظِلَّ اِلاَّظِلُّهُ: اِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ اللهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ اِذَاخَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَعُوْدَ اِلَيْهِ وَرَجُلاَنِ تَحَاباَّ فِى اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَافْتَرَقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ فِى خَلْوَةٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتَ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ اِلَى نَفْسِهَا فَقَالَ اِنِّى أَخَافُ اللهَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ.

Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yaitu keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah, seseorang yang selalu berdzikir kepada Allah di tempat yang sunyi lalu kedua matanya meneteskan air mata, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan yang tinggi lagi cantik untuk menggaulinya tubuhnya, maka ia berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam dan seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu ia merahasiakannya sehinggi tangan kirinya tidak tahu apa yang dibelanjakan oleh tangan kanannyha  (HR. Bukhari dan Muslim).

Tujuh golongan yang akan dilindungi Allah swt menjadi sangat penting untuk kita pahami agar kita bisa berusaha melakukannya dalam hidup ini.

 

1. Pemimpin Yang Adil.

Dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan bangsa, keberadaan pemimpin sangat dibutuhkan untuk mengatur dan mengarahkan serta melayani menuju terwujudnya kehidupan yang harmonis dan sejahtera. Untuk itu, seorang pemimpin harus bertindak adil sehingga semua orang yang dipimpinnya bisa merasakan pelayanan yang maksimal dan penegakan ketentuan yang benar. Susah memang menjadi pemimpin yang adil, namun bukan berartin tidak bisa manakala seseorang mau bersungguh-sungguh, karenanya Allah swt sangat cinta kepada pemimpin yang adil, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ الْعِبَادِ اِلَى اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ اِلَيْهِ مَجْلِسًا اِمَامٌ عَادِلٌ

Sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allah ta’ala pada hari kiamat dan tempat duduk mereka dekat dengan-Nya adalah imam (pemimpin) yang adil (HR. Tirmdizi).

Manakala seseorang telah dicintai Allah, niscaya Allah akan melindunginya, baik di dunia maupun di akhirat.

 

2. Pemuda Yang Selalu Beribadah.

Masa muda adalah masa yang sangat penting, karenanya pemuda menjadi tumpuan harapan bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dann agamanya. Bila pemuda tumbuh dalam pengabdian kepada Allah swt, niscaya ia akan selalu memperoleh dan berada dalam petunjuk yang membuat masa depannya menjadi semakin baik, Allah swt berfirman: Kami ceritakan kisah mereka kepadamu dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk (QS Al Kahfi [18]:13).

 

3. Orang Yang Terikat Dengan Masjid.

 

Orang yang terikat dengan masjid dan dibuktikannya dengan selalu ke masjid untuk memakmurkannya merupakan orang yang tidak perlu diragukan keimanannya, Rasulullah saw bersabda:

 

 

اِذَا رَاَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوْالَهُ بِالاِيْمَانِ.

Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman (HR. Tirmidzi dari Abu Sa’id Al Khudri).

Karena keimanan orang yang memakmurkan masjid tidak perlu diragukan, maka Allah swt memberikan jaminan perlindungan kepada mereka. Oleh karena itu, sudah seharusnya bila kita harus memakmurkan masjid yang telah dibangun dengan susah payah.

 

4. Orang Yang Cinta Karena Allah.

Cinta dan benci karena Allah merupakan tali keimanann yang paling kuat, karena itu orang yang mencintai dan benci karena Allah swt akan memperoleh perlindungan dari-Nya, Rasulullah saw bersabda:

 

أَوْثَقَ عُرَى اْلاِيْمَانِ اَلْحُبُّ فِى اللهِ وَالْبُغْضُ فِى اللهِ

Paling kuat tali hubungan keimanan adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah (HR. Thabrani).

 

5. Orang Yang Selalu Berdzikir.

Dzikir adalah ingat kepada Allah swt dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga, bahkan dimanapun seseorang berada. Manakala seseorang selalu ingat kepada Allah, maka iapun tidak akan mengabaikan ketentuan Allah swt dalam menjalani kehidupan ini. Karena dzikir menjadi sangat penting bagi manusia, maka kepada orang yang beriman, Allah swt memerintahkan mereka agar banyak melakukannya, bahkan inilah satu-satunya perintah Allah yang menggunakan kata katsira atau banyak sebagaimana firman-Nya:

يَآأيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا

Hai orang yang beriman, berdzikirlah kamu kepada Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya(QS Al Ahzab [33]:41).

Dalam kehidupan di dunia, orang yang banyak berdzikir akan menjadi tenang dan ketenangan itupun akan diperolehnya dalam kehidupan akhirat karena Allah swt memberikan jaminan perlindungan untuknya.

6. Orang Yang Menjauhi Zina.

Zina merupakan perbuatan yang sangat tercela sehingga harus dijauhi oleh setiap manusia, apalagi bagi seorang muslim, hal ini bukan karena Allah swt tidak membolehkan manusia melakukan hubungan seksual, tapi bila hubungan seksual dilakukan kepada orang yang menikah dengannya, bila tidak itu zina namanya dan ini merusak tatanan kehidupan masyarakat, karena itu hukuman zina sangat berat, Allah berfirman:

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya  seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman (QS An Nur [24]:2).

Manakala seorang muslim mampu menjaga dirinya dari melakukan perzinahan, maka ia berarti mampu menjaga citra atau kemuliaan dirinya sehingga Allah swt akan memnberikannya perlindungan pada saat yang pasti dibutuhkan dalam kehidupan di akhirat nanti

 7. Orang Yang Ikhlas.

Keikhlasan bukan hanya membuat amal diterima Allah, tapi syaitanpun menyadari betapa sulitnya menyesatkan orang-orang yang ikhlas, Allah swt menceritakan dalam firman-Nya: Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka” (QS Al Hijr [15]:39-40).

Oleh karena itu, bila beramal yang shaleh, maka seorang muslim harus melakukannya dengan keikhlasan yang memang amat ditekankan di dalam Islam sehingga orang yang ikhlas akan mendapatkan perlindungan dari Allah swt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s